Aksi lempar batu di KPU Sumsel

September 9th, 2008 | Info

Masa pendukung Sohe (Syahrial Oesman-Helmi Yahya) tertahan di pintu gerbang KPU Sumsel. Dua anggota polisi, dikabarkan terluka saat terjadi kekisruhan di pintu masuk gerbang KPU Sumatera Selatan, Selasa siang (09/09/2008).

Petugas keamanan yang terluka adalah AKP M Sagala di tangan kiri dan satu anggota Polairud berpangkat bripda mengalami luka pada pelipisnya akibat lemparan batu. Suasana di KPU Sumsel sendiri dalam keadaan mencekam. Aksi lempar batu dan benda-benda lainnya terjadi beberapa kali. Namun, pertahanan barikade dalmas yang dibantu Polisi anti Huru Hara (PHH) yang kuat, tidak mampu ditembus pendemo.

Keributan yang nyaris terjadi antara demonstran dengan aparat keamanan disebabkan beredar isu pendukung Sohe ditangkap aparat keamanan.

Kehadiran aparat Polri dan TNI di KPU Daerah Simsel untuk mengamankan sidang pleno KPU Sumsel dengan agenda menetapkan pemenang Pilkada Sumsel. Demo sekitar 500 pendukung Sohe ini, juga terjadi sehari sebelumnya  di kantor KPU Sumsel di Jakabaring dan KPUD Musi Banyuasin (Muba), Sekayu. Mereka menolak hasil Pemilukada di Muba.

“Kami tidak ingin menghambat jadwal yang menjadi tahapan KPU Sumsel. Tapi, khusus rekapitulasi perhitungan suara di daerah Muba, kami minta untuk tidak dilakukan atau ditunda. Sebab, sangat bermasalah. Telah terjadi kecurangan seperti penggelembungan suara, adanya saksi di TPS yang tidak mendapat formulir C1 KWK dan intimidasi,” tegas Suparman Romans usai pertemuan setelah bertemu dengan KPUD.

Suparman juga mempertanyakan sikap KPU Sumsel yang melakukan percepatan jadwal rekapitulasi perhitungan suara. “Kita minta KPU Sumsel untuk tetap menjadwalkan rekapitulasi perhitungan suara sesuai jadwal semula, tanggal 14 September.”

(*/dea/sumeks)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.